BREAKING

BERITA HOT

RELIGI

KABAR TERBARU

Thursday, 26 May 2016

Subang Banjir Badang, 6 Tewas. Deddy Mizwar Sibuk 'Ngurusi' Jakarta

Akibat air terbendung longsoran, sungai pun jebol dan menerjang perkampungan di bawahnya, yakni Kampung Cihideung. Longsorannya sendiri terjadi di tiga titik di desa terujung selatan Kabupaten Subang pada sore hari.

Sementara sang wagub sibuk 'mengurusi' Jakarta melalui akun twitternya. Begini Cuitan Deddy Mizwar di akun Twitter pribadinya, Senin (23/5/2016):


 
  Sebuah peradaban janganlah dibangun di atas sebuah kemaksiatan, serta mengorbankan kepentingan masyarakat lain serta lingkungan yang ada!!!

Janganlah membangun Jakarta dgn cara memindahkan bencana dan kemiskinan ke daerah lain!

Saat ini reklamasi Jakarta 80 persen eksploitasi batu, pasir, dan segala macam matrialnya dari Bogor Barat,

Kondisi jalanannya di Bogor Selatan hancur untuk masyarakat serta punglinya mencapai Rp 240 juta sehari untuk delapan pihak

Di daerah tak bertuan ini seolah-olah tidak ada penegak hukum, dalam satu tahun Rp 80,4 miliar punglinya,

Hanya untuk membangun 17 pulau reklamasi Jakarta utara. Jadi sebuah peradaban yang dibangun atas dasar kemaksiatan


Walaupun saya tahu tidak akan menang, walaupun saya tahu jauh dari menang tapi saya akan melawan terus sampai saya mati!!! 

Sungguh miris. Membaca kultwit pak Wagub ini. Bukannya kultwit tentang bencana banjir, informasi banjir, penanganan banjir tapi malah mengurusi 'Ahok'.
Disaat musibah banjir badang ini tentu bukan waktu yang tepat untuk mengurusi urusan orang lain dan menyalahkan orang lain.

Penanganan darurat banjir bandang di Subang akan terus dilakukan hingga tujuh hari ke depan. Fokus utama selama masa tanggap darurat adalah penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dan perbaikan darurat dari dampak banjir bandang.

Banjir bandang yang menerjang Kampung Sukamukti, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Minggu (22/5) lalu pukul 21 WIB menyebabkan enam orang tewas, lima orang luka berat, dua orang luka ringan, dan 103 KK (388 jiwa) mengungsi.

Enam orang tewas adalah Parni (50), Eni (45), Nabilah (7), Musa (55), Mae (17), dan Rizal (10). Lima orang korban luka berat adalah Amen (55), Raza (14 bulan), Makmur (47), dan dua orang masih pendataan. Sedangkan dua orang luka ringan adalah Angga (1) dan seorang dalam pendataan.

Belum terbentuknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang menyebabkan penanganan darurat dilakukan Satlak PB Kabupaten Subang yang tidak memiliki fungsi koordinasi, komando, dan pelaksana seperti yang dimiliki oleh BPBD.

"Untuk penanganan darurat, BPBD Provinsi Jawa Barat dibantu oleh TNI, POLRI, Basarnas, TAGANA, PMI dan warga melakukan proses evakuasi dan pencarian korban hilang," kata Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan persnya di Jakarta, Selasa (24/5).

Saat ini, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama Basarnas, Satlak PB Kab. Subang, TNI, Polri, Tagana, Relawan, PMI, dan masyarakat melakukan evakuasi korban selamat ke Balai Desa dan korban luka dibawa ke puskesmas terdekat.

Adapun korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

BPBD Provinsi Jabar juga telah memberikan bantuan sandang dan pangan bagi korban berupa tambahan gizi 120 paket, lauk pauk 120 paket, makanan siap siap saji 120 paket, air mineral 10 dus, dan selimut 50 lembar.

"Masyarakat dihimbau untuk waspada. Potensi hujan ekstrem masih tinggi. Banjir dan longsor masih mengancam banyak wilayah. Apalagi tahun ini diperkirakan La Nina menguat sehingga kamarau basah," ujarnya.
(harnas.co/kompas.com)

Wednesday, 18 May 2016

Tutorial cara menembus Internet Positif Telkom 2016 via DNSCrypt


Langusng aja nonton di sini:
kalau gak work lapor ya gan.

Alat perang bisa di download di sini

Tuesday, 17 May 2016

Perkenalkanlah Avidekel, Ganja tanpa Efek Terbang ada di Israel


Yerusalem - Strain ganja yang tidak memabukkan untuk tujuan pengobatan salah satunya ada di Israel. Strain ganja yang diberi nama Avidekel ini dikembangkan di Tikun Olam, perkebunan ganja untuk kepentingan medis di Israel bagian utara.

Avidekel merupakan strain ganja yang mengandung Tetrahydrocannabinol (THC) dalam kadar yang sangat rendah, yakni kurang dari 1 persen. THC adalah zat psikoaktif dalam ganja yang membuat penggunanya merasa "melayang" alias mabuk. "Pemakaian Avidekel tidak akan membuat penggunanya merasa dirajam," kata pemerintah Israel.

Kendati tidak memabukkan, Avidekel tetap memiliki manfaat obat. Sebab, kandungan THC Avidekel jauh lebih sedikit ketimbang ganja Tikun Olam paling populer yang mengandung THC 23 persen.

THC adalah zat paling populer dari lebih 60 macam Cannabinoid yang ditemukan di dalam ganja. Salah satu Cannabinoid yang paling penting adalah Cannabidiol (CBD), zat yang berguna untuk anti-inflamasi. Dengan dosis rendah THC, Avidekel dapat dimanfaatkan sebagai obat penghilang rasa sakit tanpa membuat penggunanya merasa mabuk.

"Efek 'melayang' hanyalah efek samping penggunaan ganja yang tidak selalu diinginkan. Untuk beberapa orang, hal itu bahkan tidak menyenangkan," kata Zack Klein, kepala pengembangan di Tikun Olam, seperti dikutip dari Live Science. Sebelumnya, perkebunan ini menciptakan strain ganja kaya CBD sejak 2009.

Raphael Mechoulam, profesor kimia obat di Universitas Hebrew di Yerusalem, menilai Avidekel agak berbeda ketimbang jenis ganja lainnya. "Ada kemungkinan rasio konsentrasi CBD dan THC pada Avidekel adalah yang tertinggi di antara ganja produksi perusahaan yang lain," kata dia.

Namun, menurut dia, tetap saja melacak jenis ganja obat yang tepat bukan perkara gampang. Mechoulam beranggapan, ganja tanpa efek mabuk seperti Avidekel mungkin saja ada di belahan dunia lain. "Semua industri sangat tidak terorganisasi, sehingga orang tidak tahu persis apa yang masing-masing perusahaan lakukan," ujar Mechoulam.

LIVE SCIENCE | AMRI MAHBUB

Monday, 16 May 2016

Beredar Foto Menteri Duduk Bersimpuh di Depan Megawati


Sebuah foto yang menampilkan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sedang duduk bersimpuh atau dengan posisi kedua belah kaki terlipat ke belakang di hadapan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri beredar di jejaring sosial.

Dalam foto itu, terlihat Menteri Hanif sepertinya sedang bercengkrama dengan Megawati tentang sesuatu. Sementara Megawati terlihat santai dengan bercelana biru berbaju batik lengkap dengan kipas di tangan sedang duduk biasa di atas sebuah kursi.

Sesungguhnya tidak ada yang aneh dari foto ini. Hanya saja, lantaran status Hanif yang
sekarang adalah menteri, bagi sejumlah netizen dianggap kurang pantas. Apalagi dengan posisi duduk bersimpuh di lantai ketika bercengkrama dengan Megawati.

Dari akun bernama Firman Harliansyah, yang mengunggah foto ini, juga menyertakan keterangan foto yang cukup menohok. "Begini kah cara seorang mentri..? Atau seorang jongos ? Pantes kl smua protes buruh tak di anggap.. mentrinya pun lbh parah dr buruh...," tulisnya seperti dikutip, Senin 16 Mei 2016.

Hingga Senin 16 Mei, sekira pukul 13.15 atau tujuh jam semenjak foto ini diunggah pertama kalinya, gambar Menteri Hanif Dhakiri sedang duduk bersimpuh di hadapan Megawati Soekarnoputri ini mendapat perhatian netizen.

Setidaknya sudah ada lebih dari 500 akun yang membagikan dan lebih dari 200 orang yang menanggapi kemunculan foto ini. Di laman komentar, foto ini pun menuai kritik pedas dari netizen.

"Bhahahahhaaaaaa hebat menteri kabinet kerja kaya pasukan nasi bungkus aja. Sama kiyai mah ga kaya gitu dia. Ini hanya ke seorang manusia perempuan lagiiiiiii..... haruuuuhhh harga diri laki2 dmn ????" tulis salah satu akun bernama Nazar-AlFatih Cantiara.
Sumber : Rakyat.win

BISNIS E-HATE MEDSOS


Sejak peradaban manusia masuk ke era informasi super cepat, internet & media sosial, ada modul bisnis baru bernama E-HATE, atau bisnis kebencian online. Karena disadari atau tidak, kebencian terhadap seseorang atau sesuatu adalah "Magnet" penarik follower.

Bisnis online E-HATE dilakukan dengan cara menarget atau menyasar seorang figur, tokoh politik atau selebritis, bisa juga institusi, ideologi bahkan aliran agama tertentu. Bisnis ini menjaring pengguna internet & medsos yang memang tersegmentasi membenci obyek yang disajikan.

Dengan membully sasaran, pelaku bisnis E-HATE memuaskan "uneg-uneg" para Haters (pembenci) yang mana timbal baliknya seiring dengan peningkatan jumlah follower, laman page atau website dapat pemasukan uang melalui menerima IKLAN.

Menerima iklan adalah SATU-SATUNYA CARA untuk mendatangkan uang, TIDAK ADA cara lain. Klaim yang mengatakan sebuah laman page facebook bisa "Monetisasi" (meng-uangkan jumlah Like) adalah 100% HOAX.

YOUTUBE adalah satu-satunya portal yang memberikan opsi monetisasi jumlah HIT (jumlah klik dari penonton video) mengkonversinya menjadi uang. Misal: per 1000 klik, pengunggah video bisa dapat sekian Dollar.

Facebook TIDAK memberikan opsi ini. Admin laman page facebook TIDAK BISA meng-uangkan jumlah Like atau Hit seperti di Youtube. Sehingga satu-satunya cara mendapat uang, adalah melalui menerima pemasangan Iklan, atau DONASI.

Melalui iklan & donasi inilah pelaku bisnis E-HATE bisa meraup keuntungan. Semakin pandai admin menggoreng perasaan, semakin terhipnotis & senang hati para follower menyisihkan sedikit uangnya.

Makanya pebisnis E-HATE tidak segan-segan melakukan dramatisasi, ad hominem (menghina), kampanye hitam, bahkan bila perlu berbagi informasi HOAX demi sensasi untuk mengocok emosi followernya.

"Politik & agama" adalah topik favorit pebisnis E-HATE karena kedua topik mampu memanipulasi massa sedemikian rupa sampai kehilangan akal sehat, yang akhirnya menelan bulat-bulat informasi gorengan tanpa Tabayun (cek ricek).

Saat follower semakin hanyut & larut dalam kebencian, para Koki E-HATE kipas-kipas Rupiah yang mereka dapatkan dari iklan atau donasi. Sudahkah anda transfer hari ini?

Ustad Abu Janda al-Boliwudi

PS. page ponpes al-facebooki asuhan Ustad Abu Janda TIDAK AKAN pernah memasang iklan ataupun meminta Donasi, TIDAK pernah menerima uang dari pihak manapun, dan BUKAN buzzer untuk siapa pun.

OPINI

TIPS ALA TAI

NGOMIK

 
Copyright © 2016 Tai.web.id
Design by FBTemplates | BTT